Bahaya-bahaya yang lain dari kematian ibu atau bayi juga menghantui mereka yang terlambat hamil

Di negara-negara miskin, resiko kematian bagi kaum ibu juga meningkat secara dramatis seiring dengan bertambahnya usia. Di Ivluangthai, misalnya, tingkat kematian mereka melonjak dari 154 kematian per seratus ribu kelahiran di kalangan kaum wanita yang berumur duapuluhan menjadi 474 per seratus ribu di kalangan kaum wanita yang berumur empat puluhan. Di beberapa daerah Bangladesh, lebih dari 800 per seratus ribu kaum wanita yang melahirkan tatkala mereka berusia empat puluh mengalami kematian, dibanding dengan tingkat mortalitas kaum ibu yang cukup parah dalam jumlah 380 per seratus ribu kelahiran di kalangan kaum wanita tatkala mereka baru berumur duapuluhan. Begitu para wanita ini melampaui umur tigapuluh tahun, kemungkinan mereka mendapatkan obat alami diabetes untuk anak anak prematur atau kurang berat badan mulai meningkat seiring dengan kemungkinan mereka mengalami komplikasi selama melahirkan.

duduk

Tingkat mortalitas bayi juga meningkat, walaupun jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan bayi-bayi dari para ibu yang umurnya baru belasan tahun. Kaum ibu yang lebih tua lebih mudah memperoleh anak cacat tatkala melahirkan dibanding dengan kaum ibu yang lebih muda. Peningkatan yang paling jelas dalam resiko genetis mencakup apa yang disebut gejala Down, yang umumnya dikenal sebagai mongolisme yang korbannya menderita kepandiran cacat jasmani. Banyaknya penderita mongolisme di kalangan bayi meningkat seiring dengan meningkatnya usia ibu – berkisar dari hampir nol di kalangan bayi yang ibunya masih muda menjadi sebanyak empatbelas per seribu bayi yang dilahirkan oleh kaum ibu yang usianya sudah melebihi empatpuluh tahun, yang angka persisnya berbeda dari negara yang satu ke negara yang lain.

Dewasa ini, banyak ibu yang lebih tua yang beruntung bisa menikmati berbagai peralatan kedokteran modern memperoieh manfaat dari teknik baru yang disebut amniocentesis yang bisa mengetahui cacat-cacat jasmani tertentu dalam rahim. Banyak wanita hamil yang lebih senang menggugurkan jika pada bayinya terdapat gejala Down. Jumlah anak-anak yang dilahirkatl oleh seorang wanita selama hidupnya sangat mempengaruhi kesehatannya. Kelahiran yang pertama baginya mengandung resiko komplikasi atau kematian yang sedikit lebih tinggi dibanding dengan dua kelahiran berikutnya.