Beberapa individu secara genetik mempunyai kecenderungan terhadap kadar kolesterol darah yang rendah

Akan tetapi, jikalau mereka mengikuti gaya hidup yang buruk, mereka masih bisa mendapat serangan jantung. Individu yang lain mempunyai “gen yang buruk” yang membawa mereka pada kadar kolesterol yang tinggi. Namun, jika gaya hidup secara keseluruhan baik mereka pasti bisa menunda-kalau tidak benar-benar dihindari-serangan jantung. Ada beberapa orang yang secara genetik cenderung mendapat kadar kolesterol yang tinggi tetapi mungkin tidak berada pada risiko serangan jantung karena mereka menjalani gaya hidup yang sehat dan memiliki kadar HDL yang tinggi.

Pesan pentingnya adalah ini: kita perlu melihat jauh ke depan dari yang terlihat pada kadar kolesterol kita, dari kadar HDL kita, dan dari kadar trigliserida kita. Garis terdepan dari pertahanan adalah menjalani gaya hidup yang sehat. Ini termasuk perhatian khusus pada asupan makanan yang sebagian besar berasal dari makanan nabati yang bebas kolesterol, tinggi serat yangtelah kita simak dalam bab ini. Kita juga telahmengidentifikasi aspek lain dalam aturan hidup mencegah penyakit jantung termasuk olahraga, tidak merokok, dan mengendalikan tekanan darah. Akan tetapi, masih ada faktor lain dalam gaya hidup jantung sehat yang harus kita selama jikalau kita ingin memaksimalkan potensi pencegahan penyakit jantung.

Faktor Risiko Di balik Kolesterol: Berat “Normal”

Di tahun 1990, pemerintahan Amerika Serikat merevisi pedoman berat badan wanita. Ini tampaknya mendukung gagasan bahwa kenaikanberat yang tidak seberapa besar pada pertengahan usia bisa diterima. Walaupun demikian, sebuah penelitian berikutnya menganalisa data beratbadan pada lebih dari 110.000 perawat wanita selama kurun waktu 14 tahun.

Peneliti Harvard menemukan bahwa berapa pun kenaikan berat badan setelah usia 18 tahun meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan di antara mereka yang sedang berada dalam pedoman berat badan normal yang baru, semakin naik berat badan mereka, semakin besar mereka menaikkan risiko penyakit jantungnya. Ada sekitar 20 persen kenaikan risiko untuk kenaikan berat badan terkecil, namun sekitar empat kali kemungkinan serangan jantung untuk kenaikan berat badan terbesar yang masih berada dalam pedoman berat badan normal. Baca juga informasi mengenai cara penanggulangan penyakit diabetes melitus yang sangat efektif hasil penemuan ribuan dokter senior dunia.

Recent search terms: