Cara Mudah dan Lengkap Budidaya Walet Hingga Berhasil Part 1

Budidaya walet (CoHocalla fushipaghus) tidak sama dengan budidaya ternak lainnya karena walet merupakan burung liar. Walaupun sudah banyak orang yang membudidayakannya, bukan berarti burung walet berubah menjadi burung jinak. Tetap saja walet sebagai burung liar hingga kapan pun.

Cara Mudah dan Lengkap Budidaya Walet Hingga Berhasil Part 1

Liarnya burung walet dan juga seriti ( Colloccalia linchi) lebih disebabkan oleh keduanya tidak dapat dibudidayakan secara terkurung. Pola makannya yang menyambar menyebabkan walet dan seriti memerlukan ruang yang luas.

Oleh karena itu, walaupun sudah sejak piyik (anakan) dirawat oleh tangan manusia dan seolah sudah jinak, namun setelah lepas terbang tetap saja walet dan seriti kembali ke habitat aslinya sebagai burung liar. Tidak salah bila usaha walet dianggap sebagai usaha untung-untungan karena yang dibudidayakan adalah ternak liar. Artinya, tidak ada seorang pun berani menjamin bahwa selamanya walet akan menempati gedung tertentu.

Usaha di bidang budidaya walet tetap saja menggiurkan walaupun faktor spekulasinya sangat tinggi. Banyak orang berlomba-lomba membangun gedung walet. Mahalnya harga sarang walet sangat sebanding dengan semangat seseorang untuk budidaya walet.

Hanya saja, semangat tinggi tersebut tidak diimbangi dengan kelengkapan pengetahuan. Hasilnya, setelah gedung waletnya berdiri pun belum ada tanda-tanda dihuni seriti atau walet, apalagi untuk bersarang. Padahal investasinya sudah puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Sebagai konsultan langsung di lokasi, penulis mendapati ada banyak gedung yang kosong selama bertahun-tahun. Memang permasalahan tersebut dari satu gedung dengan gedung lainnya bersifat kasuistis. Oleh karena itu, tentu penanganannya pun berbeda.

Selama ini, terutama di sebagian besar pulau Jawa, Bali, dan beberapa daerah lain di Indonesia, budidaya walet selalu didahului dengan pembudidayaan seriti. Kedua burung tersebut memang masih tergolong satu genus atau satu marga.

Proses perubahan budidaya dari seriti ke walet dikenal dengan istilah putar telur atau ganti telur. Artinya, telur-telur seriti diganti dengan telur -walet. Pada proses ini burung seriti difungsikan sebagai pengeram dan induk angkat bagi piyik walet tahap perkembangan embrio walet pun juga tidak terganggu.

Cara lain budidaya walet ialah mengganti telur seriti dengan piyik walet. Cara ini ternyata lebih mempersingkat waktu penge-raman karena telur seriti digantikan dengan piyik walet berumur 10 hari. Piyik-piyik walet diperoleh dari proses penetasan, baik dengan menggunakan mesin penetas ataupun membeli piyik-piyik di tempat lain. Baca juga kelanjutan artikel kami yang ke-2 di “Cara Mudah dan Lengkap Budidaya Walet Hingga Berhasil Part 2

Recent search terms: