Bukti-bukti yang kuat menunjukkan bahwa polusi udara yang kronis berbahaya bagi kesehatan

polusi-udara2222_20150817_091004Secara logika, udara kotor pastilah mempengaruhi paru-paru. Itulah sebabnya maka peranan polutan, terutama oksida sulfur dan zat-zat partikulat, dalam merangsang penyakit-penyakit pernafasan telah mendapat cukup perhatian. Kategori umum dari penyakit-penyakit pernafasan mencakup penyakit-penyakit jangka pendek yang keras (seperti influensa, bronkhitis dan pneumonia) serta penyakit-penyakit kronis (seperti asma, brokitis kronis, dan empisema – dua yang terakhir terutama menyerang orang-orang tua) dan biasanya ini tidak mencakup kanker paru-paru. Di tiap negara, penyakit pernafasan lebih banyak merepotkan dibanding dengan semua penyakit lainnya digabungkan.

Selesma biasa, yakni infeksi pada bagian atas daerah pernafasan, sejauh ini merupakan penyakit yang paling merata di dunia. Infeksi pada daerah pernafasan bagian bawah seperti bronkhitis dan pneumonia adakalanya mengakibatkan kematian, terutama di negaranegara miskin. Di negara-negara kaya, terutama di wilayah-wilayah yang polusi udaranya parah, berbagai penyakit pernafasan yang kronis merupakan penyebab kematian yang penting, walaupun berada jauh di bawah penyakit-penyakit kardiovaskular dan kanker. Penyakit pernafasan yang kronis, terutama bronkhitis yang kronis, paling banyak mengakibatkan kematian di Kerajaan Inggris, di mana ia merupakan penyebab langsung dari 6 persen dari seluruh kematian.

Di Amerika Serikat, ia berperan dalam 2 persen dari seluruh kematian. Di samping itu, ia pun turut menggalakan jenis-jenis kematian lainnya. Disebabkan oleh panjangnya pengalaman mereka dengan bronkhitis kronis, para dokter di Inggris di Inggris lebih cepat mencium gejala-gejalanya. Akan tetapi persentase-persentase yang ada tidaklah semata mata menggambarkan kesenjangan-kesenjangan yang bersifat diagnosa. Di tahun 1964, sejumlah peneliti Inggris dan Amerika terkemuka yang bersama-sama mempelajari mortalitas penyakit pernafasan di kedua negara mereka tidak hanya menyimpulkan bahwa perbedaan dalam tingkat secara menyeluruh cukup nyata, tapi juga bahwa rata-rata keterkenaan oksida sulfur dan zat partikulat yang lebih tinggi di Inggris barangkali turut menyebabkan perbedaan itu.  Di Amerika Serikat, jumiah kematian akibat bronkhitis kronis dan empisema yang tercatat beriipat dua tiap lima tahun antara penghujung tahun 1940-an dan penghujung tahun 1960-an. Empisema yang terwujud dalam bentuk pernafasan yang semakin lama semakin sesak kini menyerang I persen dari seluruh orang dewasa Amerika dan membunuh lebih dari 20.000 orang tiap tahun.