Cara mengatur sikap pasien pada waktu mengerjakan auskultasi itu penting

Karena bunyi dan bising yang terdengar sangat lemah dapat diperiksa dengan seksama jika kita dapat memperkeras bunyi dan bising itu dengan mengubah posisi pasien. Bising jantung di apeks lebih mudah ditangkap apabila pasien diperiksa sambil berbaring dan dimiringkan ke sisi kiri. Suara bising di daerah aorta lebih jelas terdengar jika penderita diperiksa dalam posisi duduk dan agak membungkuk ke depan.

Terpisahnya komponen BJ 1 dan BJ 2 dapat diperjelas dengan jalan menahan nafas pada inspirasi atau ekspirasi, sedangkan perubahan posisi badan dapat menghilangkan atau justru memperjelas bising atau tanda2 lain yang diperoleh pada auskultasi. Dengan jalan menekan sinus karotikus untuk beberapa puluh detik, kecepatan nadi diperlambat dan dengan demikian kadang2 irama tripel dapat dikenal yang pada takhikardia mungkin tidak terdengar.

Bunyi jantung

Bunyi jantung yang mudah dikenal adalah bunyi jantung pertama (BJ 1) dan bunyi jantunq kedua (BJ 2). BJ 1 timbul akibat penutupan katup mitralis dan trikuspidalis. BJ 2 adalah bunyi yang timbul akibat penutupan katup aorta dan pulmonalis. Biasanya BJ 1 terdengar lebih kerasdari pada BJ 2, namun nada BJ 1 renda dan nada BJ 2 tinggi. Bunyi jantung kadang2 sukar terengar. Hal ini disebabkan karena dinding toraks terlalu teba, jarak antero-posterior rongga toraks terlalu besar dan pada keadaan2 patologik sebagai berikt : miokarditis, infarksio kordis, kardiomiopatia akibat berbagai sebab, efusi perikardium, emfisema dan tumor yang berada antara jantung dan dada.

Intensitas BJ 1

BJ 1 mengeras pada takhikardia yang timbul akibat berbagai sebab misalnya setelah bergerak badan, emosi, demam atau anemia dan tirotoksikosis. BJ 1 menjadoi lemah pada keadaan2 yang telah disebut terdahuluyaitu miokarditis, kardiomiopatia, infarksio kordis, efusi perikardium emfisema dan tumor yang menyelimuti jantung.

Dalam perbandingan dengan BJ 2 dapat diberikan pegangan sebagai berikut. Pada daerah mitralis (apeks) BJ 1 terdengar lebih keras daripad a BJ 2. Akan tetapi padadaerah aortadan pulmonalis justru BJ 2lebih keras terdengar daripada BJ 1. Untuk mengenar BJ 1 atau BJ 2, serain perbedaan2 yang tersebut di atas, hendaknya digunakan sebagai pegangan sinkronisasi BJ 1 dengan nadi karotis. Jika Anda ingin mengatasi diabetes secara tuntas tanpa efek sampingĀ obat tradisional untuk gula darah tinggi terbaik ini bisa menjadi solusi.