Faktor ini bekerja dengan cara membatasi koperasi sel-T

Lain macam keadaan dapat pula menimbulkan respons antibodi yang lemah dalam kaitan dengan KHU. Dalam beberapa keadaan, responden rendah mengandung suatu gen daerah-I yang mengendalikan sintesa faktor penekan-T dalam jumlah banyak (lihat bawah). Dari sudut teoretis binatang-binatang dapet dikategorikan sebagai obat tradisional bagi diabetes responden rendah, yang terikat H-2, terhadap imunogen-imunogen yang bereaksi silang dengan antigen KHU-nya sendiri.  Tetapi sampai berapa luas fenomena ini dapat menghalangi reaktivitas terhidap antigen jasad renik penting belum dapat ditentukan.

Pengaturan Respons Imun

imuniSelain faktor-faktor genetik yang memPengaruhi resPons imun dan telah dibicarakan di atas, rnekanisme umPan balik harus pula bekeria untuk membatasi produksi antibodi, kalau tidak maka setelah, rangsangan antigen tubuh akan dibanjiri oleh klon-klon yang bereaksi dari sel-sel pembentuk antibodi serta produk-produknya; suatu keadaan yang terang tidak menguntungkan sePerti ielas terlihat pada mieloma berganda di mana pehgendalian atas perkembangbiak- an limfosit telah lepas. Karena dibutuhkan antiEen untuk memperlancar pembelahan dan diferensiasi limfosit, maka konsentrasi antigen haruslah merupakan faktor pengatur utama. Dengan dirombaknya antigen oleh enzim badan dan dinetralisir atau dihambat oleh antibodi maka konsentrasi antigen akan menurun dan kemampuannya untuk merangsang respons imun akan makin berkurang. Peranan antibodi dalam mengalihkan antigen ke tempat-temp at yang tidak mengganggu secara imunologik dalam tubuh, dimaksudkan untuk mencegah sensitisasi primer.

Jelas terlihat pada perlindungan yang ditimbulkan dengan Penyuntikan anti-D pada ibu-ibu yang menghadapi risiko mendapat imunisasi rhesus (hal. 185) dan efek hambatan yang ditimbulkan antibodi ibu terhadap bertambahnya titer pada bayi yang divaksinasi. Penyuntikan andbodi IgG, yang sudah terbentuk sebelumnya, selama respons primer masih berlangsung dengan jelas mempercePat pengurangan jumlah sel-sel pembentuk antibodi, sehingga timbul kesan bahwa antibodi-antibodi demikian memiliki efek homeostatik terhadap proses sinresa pada umumnya. Adalah tidak mungkin untuk mencapai ini dengan hanya melalui netralisasi antigen kaie. IgG yang utuh jauh lebih efektif daripada fragmen F(ab’)2 dalam menghentikan reaksi; mungkin suatu kemampuan unruk secara simultan mengikat pada reseptor Fc makrofaga memungkinkan IgG untuk bergabung dengan antigen permukaan yang imunogenik secara terus-menerus dan dengan demikian menghalangi inreraksi dengan reseptor limfosit.