Faktor Risiko Diabetes Dan Pencegahannya

Diabetes sering dijuluki silent killer  atau pembunuh diam-diam. Hal itu memang faktanya, diabetes sering diketemukan pada kondisi yang sudah parah. Gejala diabetes memang muncul, namun bukan gejala umum. Itu artinya, gejala yang muncul pada diabetes bisa juga muncul pada penyakit lain.

fight diabetesFokus yang harus diambil oleh seseorang untuk menjaga diri dari diabetes adalah faktor risiko, bukan gejala. Jika seseorang memiliki faktor risiko untuk terkena diabetes, maka ia harus merubah gaya hidup lebih sehat dan lebih sering memerikasakan diri.

Jika diabetes diketahui sejak dini, maka pengendalian lebih mudah dilakukan dan mempunyai keberhasilan tinggi. Beda lagi jika ketemunya sudah dalam kondisi parah. Mungkin saja telah terjadi berbagai komplikasi yang bisa dikatakan parah. Komplikasi inilah yang bisa memperumit masalah yang telah terjadi, hendaklah perbanyak info cara mengatasi sakit gula darah untuk mengatasi atau mengantisipasinya.

Beberapa faktor risiko yang harus diwaspadai

•    Faktor genetika/keturunan

Seseorang yang mempunyai orang tua atau anggota keluarga lainnya yang mengidap diabetes, maka dia mempunyai potensi atau risiko untuk terkena diabetes. Seseorang yang mempunyai riwayat keluarga ini, lebih berisiko 6 kali lipat untuk terkena diabetes dari pada orang lain.

•    Mengalami obesitas/kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan ini sering diabahas oleh banyak praktisi kesehatan. Obesitas merupakan kondisi yang buruk dan dapat menyebabkan berbagai penyakit atau kondisi medis berbahaya. Salah satunya adalah diabetes melitus. Jadi, jika anda mempunyai berat badan berlebih, maka anda berisiko untuk terkena diabetes.

•    Berusia lebih dari 35 tahun

Penderita diabetes bisa dari golongan berapa saja. Untuk penderita diabetes melitus tipe 1, biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja. Sedangkan penderita diabetes tipe 2 kebanyakan adalah orang tua yang sudah berusia lebih dari 35 tahun.

•    Kurang olahraga

Olahraga merupakan hal yang sangat baik untuk mengeluarkan toksin tubuh. Selain itu, mampu menjaga organ-organ penting tubuh untuk tetap bugar dan sehat. Lakukan olahraga 3 kali dalam seminggu, minimal 30 menit – 1 jam.

•    Mengalami penyakit lain

Diabetes yang diakibatkan oleh berbagai penyakit lain sering disebut diabetes sekunder. Penyakit-penyakit tersebut antara lain adalah penyakit jantung, stroke dan hipertensi.

•    Pernah mengalami diabetes gestasional/diabetes kehamilan

Wanita yang pernah mengalami diabetes pada masa kehamilan/diabetes gestasional mempunyai risiko tinggi untuk mengidap diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Mencegah penyakit diabetes

Kita semua pastinya sering mendengar ungkapan “lebih baik mencegah dari pada mengobati”. Hal itu memang sangat benar karena jika kita mencegah, itu artinya kita belum terkena penyakit itu. Mengobati berarti seseorang telah mengidap penyakit tersebut.

Pencegahan untuk diabetes tipe 1 dan 2 berbeda. Untuk mencegah diabetes tipe 1, maka harus dilakukan pemeriksaan secara ketat dan berkala. Pemeriksaan ini untuk mengetahui secara dini jika orang tersebut terkena diabetes.

Di luar negeri, telah dilakukan pemeriksaan DNA pada anak-anak. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah orang tersebut mudah terkena diabetes atau tidak. Jika diketahui berisiko tinggi, maka diberikan vaksinasi untuk mencegah penyerangan virus terhadap pankreas.

Untuk pencegahan diabetes tipe 2 intinya adalah merubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Jaga pola makan dengan konsumsi makanan sehat dan tidak berlebihan. Turunkan berat badan yang berlebih hingga mencapai batas normal dan pertahankan BMI (body mass index) ke kisaran 20 – 25.

Diabetes menyumbang jumlah kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Untuk itulah, kita harus sangat sadar bahwa penyakit ini sangat berbahaya dan harus dicegah sedini mungkin.