Jenis-Jenis Bahan Pada Kemasan Plastik

Pengertian kemasan yang paling mudah adalah suatu benda yg dipakai untuk wadah atau tempat yang dikemas & bisa memberikan proteksi sesuai dengan tujuannya. Salah satu bahan paling populer untuk pengemasan adalah plastik. Dulu plastik berasal dari minyak & gas sebagai sumber alami. Sekarang bahan digantikan bahan sintetis sehingga diperoleh sifat-sifat plastik yg diinginkan.

Bahan utama penyusun plastik adalah polimer yang terbentuk dari monomer, yakni rantai yg paling pendek. Polimer merupakan campuran beberapa monomer yang membangun rantai panjang. Kemasan plastik mempunyai beberapa kelebihan yaitu sifatnya bertenaga akan tetapi ringan, inert, tidak karatan & bersifat termoplastis (heat seal) serta dapat diberi warna. Kelemahan bahan ini adalah adanya zat-zat monomer & molekul kecil lain yang terkandung pada plastik yang bisa melakukan migrasi ke dalam bahan kuliner yg dikemas. Berbagai tipe bahan kemasan lemas seperti polietilen, polipropilen, nilon poliester & film vinil dapat dipakai secara tunggal buat membungkus kuliner atau makanan ringan. Namun ada juga bahan plastik yang direkatkan bersama
bahan lain.

Kombinasi ini dikenal sebagai laminasi. Contoh kemasan yang terdiri dari lapisan kertas/polietilen/aluminium foil/polipropilen baik sekali buat kemasan makanan kering. Lapisan luar yang terdiri berdasarkan kertas berfungsi buat cetakan bagian atas yang hemat dan murah. Polietilen berfungsi sebagai perekat antara aluminium foil dengan kertas. Sedangkan polietilen bagian dalam mampu memberikan kekuatan dan kemampuan buat direkat atau ditutupi menggunakan panas. Dengan konsep laminasi, masing-masing lapisan saling menutupi kekurangannya membentuk lembar kemasan yang bermutu tinggi.

Syarief et al., (1989) membagi kemasan plastik menjadi 2, yaitu:
a) termoplastik: meleleh pada suhu eksklusif, melekat mengikuti perubahan suhu dan memiliki sifat dapat balik (reversibel) kepada sifat aslinya, yaitu mengeras jika didinginkan,
b) termoset: tidak dapat mengikuti perubahan suhu (irreversibel). Bila pengerasan telah terjadi maka bahan nir tidak bisa dilunakka. Pemanasan yg tinggi nir akan melunakkan termoset melainkan akan membangun arang dan terurai lantaran sifatnya yang demikian seringkali digunakan sebagai bahan kemasan tutup botol, seperti jenis-jenis melamin.

jenis-jenis plastik

Penggunaan kemasan plastik sebagai primadona memang bukan tanpa alasan. Pertama, sifat plastik yang ringan, transparan, bertenaga, termoplatis dan selektif dalam permeabilitasnya terhadap uap air, O2, CO2 sangat membantu untuk melindungi makanan yang dikemas. Kedua, kemasan plastik sangat mudah di rekatkan hanya dengan mesin pengemas. Misalnya anda ingin mengemas botol ya gunakan mesin continous sealer atau ingin membuat usaha es jus. Cukup pakai mesin cup sealer sebagai pengemasnya. Yang harus anda perhatikan sebelum membeli plastik kemasan adalah bahan penyusunya. Jenis-jenis bahan plastik yang umum di pasaran ada 7. Namun disini kami hanya membahas 4 jenis plastik saja. Diantaranya adalah:

A. POLYETHYLEN (PET)
Polietilen merupakan bahan pembetuk plastik yang lunak, transparan & fleksibel, mempunyai kekuatan benturan serta kekuatan sobek yang baik. Bahan ini mempunyai ketahanan panas yang lumayan tinggi. Berdasarkan sifat permeabilitasnya yang rendah dan sifat-sifat mekaniknya yang baik, polietilen memiliki ketebalan 0.001 hingga 0.01 inchi, yang banyak digunakan menjadi pengemas makanan, lantaran sifatnya yg thermoplastik, polietilen mudah dibentuk kantung menggunakan derajat kerapatan yang baik (Sacharow dan Griffin, 1970).  Jenis plastik ini biasa digunakan mengemas air minum, minuman ringan berkarbonasi, jus buah-buahan, minyak goreng, saus,jeli, selai.

B. LOW DENSITY POLYETHYLEN (LDPE)
Sifat mekanis jenis plastik LDPE aadalah tembus cahaya, fleksibel dan bagian atas agak berlemak. Pada suhu di bawah 60OC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, namun kurang baik untuk gas misalnya oksigen. Jenis plastik ini biasa digunakan sebagai plastik kemasan rapat (cling wrap), pengemas roti, makanan beku, dan botol plastik yang dapat ditekan.

C. HIGH DENSITY POLYETHYLEN (HDPE)
Plastik HDPE mempunyai sifat lebih kaku, lebih keras, & kurang tembus cahaya. Plastik jenis ini memiliki daya tahan panas paling tinggi. Biasanya digunakan untuk plastik barang elektronik sebab bahan yg lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Ikatan hidrogen antar molekul juga berperan dalam menentukan titik leleh plastik (Harper, 1975). Jenis plastik ini biasa digunakan untuk mengemas susu, yogurt, dan botol galon air minum

D. POLYPROPILENA
Polipropilen sangat mirip menggunakan polietilen dan sifat-sifat penggunaannya pun serupa (Brody, 1972). Polipropilen lebih bertenaga & ringan menggunakan daya tembus uap yg rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan relatif mengkilap. Monomer polypropilen diperoleh menggunakan pemecahan secara thermal naphtha (distalasi minyak kasar) etilen, propylene & homologues yang lebih tinggi dipisahkan dengan distilasi dalam temperatur rendah. Dengan menggunakan katalis Natta-Ziegler polypropilen bisa diperoleh berdasarkan propilen (Birley, et al., 1988). Jenis plastik ini  biasa digunakan untuk mengemas sup, saus tomat, & margarin.

Referensi Artikel Ini:
Bachriansyah, S. 1997. Identifikasi Plastik. Makalah Pelatihan Teknologi engemasan Industri Makanan dan Minuman, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Bogor 29 November 1997

Bierley, A.W., R.J. Heat and M.J. Scott, 1988, Plastic Materials Properties and Aplications. cations. Chapman and Hall Publishing, New York.

Brody. A.L. 1972. Aseptic Packaging of Foods. Food Technology. Aug. 70-74.
Brydson J.A. 1975. Platic Materials. 3th. Newnes-Butterworths. London Casey, J.P. 1961. Pulp and Paper, vol.II Second Ed. International Publisher Inc.NewYork

Christopher. H. 1981. Polymer Materials. Mac Millan Publishers LTD. London.