Jika terdapat darah maka anoskopi atau proktoskopi hendaknya dilakukan juga

Pada kasus apendisitis, “rectal toucher” dilakukan juga oleh karena penekanan pada dinding rektum sebelah kanan akan menimbulkan nyeri pada daerah apendiks pula. “Rectal toucher” pada wanita dilakukan pula untuk menentukan diagnosa pada kasus-kasus yang tersangka apendisitis dan juga untuk melakukan palpasi terhadap serviks uteri secara tak langsung Apabila “rectal toucher” hendak diakhiri, hendaknya iari telunjuk ditarik keluar dengan perlahan2 dan kotoran yang terdapat pada sarung-tangan diperiksa. Alat yang diperlukan adalah sederhana saja dan harganya tidak mahal. Alat ini terdiri dari suatu benda berbentuk corong dan satu bagian bulat yang pas pada corongnya.

Corong dan benda yang pas padanya, dimasukkan di dalam rektum darr setelah corong berada di dalam rektum, benda bulat itu dicabut darr inspeksi dapat dilakukan melalui lubang corong. Alat ini dimasukkan setelah ujungnya diberi vaselin agar supaya pemasukannya berjalan licin dan tidak nyeri. lnspeksi dilakukan terhadap luka, tumor dan hemoroid. Untuk mengakhiri uraian mengenai pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya, maka akan dibahas refleks anal eksterna.

Refleks anal eksterna

Pada tiap kasus dengan inkontinensia alvi (mielitis tranversa, sindroma kompresi medula spinalis, sindroma kauda dan konus) adalah suatu keharusan untuk memeriksa refleks anal eksterna. Caranya adalah sebagai berikut. Pasien diminta berbaring pada sisinya dengan tungkainya dalam fleksi pada sendi panggul. Dengan tangan kirinya si pemeriksa menyingkap…., bokong sehingga anus dapat terlihat. Kemudian dengan suatu benda yang runcing si pemeriksamenggores kulit sekitar anus. Apabila kulit itu mengerut berarti refleks anal eksterna positif. Jika refleks ini negatif, yaitu tidak ada kontraksi sfinkter ani eksterna maka gejala ini menunjukkan adanya lesi pada busur refleks spinal setirrggi S.4-5.

Apabila pemeriksa menyuruh mereka menunjukkan tempat yang betul2 nyeri, mereka tidak akan bisa temukannya. Malahan rnereka akan menunjukkan tempat2 yang berlainan jika pemeriksa menyuruh pasien menunjukkan tempat termaksud secara ber-ulang2. Pasien2 yang datang dengan keluhan “sakit pinggang” dan “sakit leher” jumlahnya banyak sekali. Sebagian besar adalah dari golongan “pengeluh” atau dalam bahasa lnggris “malingerers’. Sakit kepala dan berbagai keluhan yang jelas psikogen seperti “pinggang terasa seperti mau patah setelah bersetubuh”, atau “sakit pinggang naik ke atas dan menimbulkan sakit kepala yang hebat” adalah gambaran yang melengkapi “sakit pinggang tanpa kelainan organik”. Klik disini untuk mendapatkan informasi paling akurat tentang obat penyakit gula yang ampuh dan teruji klinis khasiatnya ini.

Recent search terms: