Tahapan Lengkap Menetaskan Telur Walet Part 1

Kegiatan pertama pada penetasan telur walet adalah pengadaan telur. Keberhasilan penetasan telur walet sangat bergantung pada kondisi dan keadaan telur walet itu sendiri. Untuk itu, pengadaan telur harus diperhatikan secara serius oleh peternak setelah mengetahui teknik cara budidaya walet dengan mudah baru kita mempelajari tahapan menetaskan telur walet, adapun tahapannya sebagai berikut :

A. Cara Mendapatkan Telur Walet
Bagi sebagian orang, terkadang untuk mendapatkan telur walet sangat sulit. Tidak heran kalau banyak pengusaha yang akhirnya berniat untuk menjual gedung seritinya. Ini disebabkan program “putar telur” yang sudah dijadwalkan ternyata gagal dilaksanakan akibat sulitnya mendapatkan telur walet.

Kesulitan mendapatkan telur walet terjadi karena dua hal, yaitu masa bertelur antara walet dan seriti tidak terjadi dalam waktu bersamaan. Kasus masa bertelur yang berbeda ini paling sering dirasakan peternak. Ini disebabkan saat sudah tersedia telur walet, burung seriti belum bertelur. Sementara saat seriti mulai bertelur, penyediaan telur walet pun sudah kosong.

Jaringan atau relasi sangat diperlukan bila ingin berhasil pada program “putar telur” ini. Semakin banyak relasi yang dijalin, semakin mungkin program “putar telur” ini berhasil dilaksanakan. Relasi ini berupa petemak atau pelaku budi daya walet.

Membedakan telur walet dengan telur seriti sangat penting dikuasai peternak. Ini untuk mengantisipasi kalau ada pedagang telur yang curang dengan memberikan telur seriti, bukan telur walet. Secara visual, beberapa parameter perbedaan telur walet dengan telur seriti ditampilkan pada Tabel di bawah ini.

Tabel parameter perbedaan telur walet dengan telur seriti dalam menetaskan telur walet
B. Tahapan Seleksi Telur Walet
Untuk menetaskan telur walet harus dipilih telur yang benar-benar baik. Telur yang baik memiliki tingkat keberhasilan yang baik pula. Untuk itu, setelah telur diperoleh, perlu diseleksi untuk menda-patkan telur yang baik. Kegiatan seleksi telur sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan penetasan. Dalam seleksi, perlu diketahui ciri-ciri telur yang baik dan telur yang jelek.

  1. Ciri telur yang baik
    Ada beberapa ciri yang dapat dilihat pada telur walet yang baik, fertil, dan layak untuk ditetaskan. Ciri-ciri tersebut sebagai berikut:
    – Warnanya cerah, putih kemerahan.
    – Kulit telur tidak tergores atau retak.
    – Bila dilihat dengan teropong telur, di dalamnya tampak pembuluh darah yang bersambungan.
    – Pada telur yang berwarna putih keabu-abuan (telur umur 10-13 hari), embrio telur tampak jelas bergerak-gerak.
  2. Ciri telur yang jelek
    Agar dapat membedakan antara telur yang baik dan jelek maka kondisi telur yang jelek pun perlu diketahui. Ada beberapa ciri yang dapat dinyatakan bahwa telur dalam kondisi jelek, infertil, dan tidak layak tetas, yaitu sebagai berikut.
    – Warnanya kusam.
    – Bentuknya cacat atau kulit telur retak.
    – Pada telur muda (umur 1-7 hari), antara putih dan kuning telur sudah bercampur. Dengan teropong, hal ini tampak dari kuning telur yang merata atau tidak terpisahkan dari putih telur (kopyor. Jawa).
    – Bila dilihat dengan teropong, pembuluh darah terputus-putus.
    – Pada telur yang sudah tua (umur 13-20 hari dan wama kulit telur abu-abu tua), embrio telur tidak tampak bergerak.

Penyeleksian telur sebaiknya dilakukan dengan cara peneropongan. Untuk itu, teropong telur perlu disiapkan terlebih da-hulu. Teropong dibuat dari kotak papan yang di dalamnya berisi lampu listrik. Di sekeliling kotak papan bagian dalam dilapisi alumunium agar cahaya lebih terang. Sementara pada bagian atas lampu diletakkan kaca. Di atas kaca diberi spon yang sudah dilubangi seukuran telur.

Spon ini digunakan untuk meletakkan telur-telur walet yang akan diseleksi. Sekali peneropongan dapat untuk menyeleksi sebanyak 50 butir telur, tergantung besar kotak. Selain dengan kotak papan, teropong telur dapat berupa gulungan kertas atau pipa paralon sepanjang 15 cm.

Lubang gulungan kertas atau diameter paralon cukup seukuran telur walet, sekitar 1,5 inci. Cara peneropongan dengan mengarahkannya ke matahari. Tangan kanan peneropong memegang gulungan kertas atau paralon yang diposisikan pada mata, sedangkan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) memegang telur pada ujung teropong lain-nya. Cara ini memang agak lama karena seleksi hanya dapat dilakukan satu per satu.

Seleksi telur dilakukan untuk mejihat umur telur karena umur telur sangat berpengaruh pada penetasan telur. Pada program “putar telur” dari telur seriti ke telur walet, penggantian telur walet sebaiknya memperhatikan umur telur tersebut. Untuk jelasnya, program “putar telur” ini dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.
tahapan menetaskan telur waletDemikian artikel kami tentang Tahapan Lengkap Menetaskan Telur Walet Part 1 dan untuk melihat artikel kami yang ke-2 tentang kelanjutan dari artikel kami yang ke-1, Anda bisa mengunjungi halaman berikut “Tahapan Lengkap Menetaskan Telur Walet Part 2“. Terima kasih