Nadi karotis hendaknya dipalpasi apabila kita mengerjakan auskultasi bunyi jantung

lntensitas bunyi jantung ditentukan oleh berbagai faktor seperti kecepatan naiknya tekanan di dalam rongga jantung, besarnya pengeluaran darah dari jantung (output), daya tarikan yang terdapat pada daun katup waktu darah dipindahkan dari satu ruang ke ruang lainnya. Apabila kita tinjau faktor2 itu, maka kesimpulan yang didapatkan iarah bahwa pada hakekatnya semua faktor tersebut adalah sama.

Marilah kita uraikan di bawah ini apa yang dinyatakan di atas. Jika daun katup berjauhan sesamanya (katup mitraris mempunyai dua daun dan katup trikuspidalis mempunyai tiga daun) pada waktu katupmembuka,maka bunyi yang timbul waktu katup menutup adalah keras.

Sebaiknya jikarau letak daun katup satu dengan yang rain berdekatan pada waktu katup itu membuka, maka bunyi yang timbul waktu katup itu menutup adalah lemah. Tetapi pada stenosis mitralis, BJ 1 menjadi keras, sedangkan daun katup pada keadaan itu tidak berjauhan satu dengan yang lain. Mungkin sekali keterangannya adarah sebagai berikut.

Pada stenosis mitraris sistoloik atrium¬† diperpanjang; hal ini menimbulkan suatu keadaan di mana daun2 katup mitralis terdorong jauh ”ke daram ventrikel kiri. pada waktu katup mitraris menutup, maka daun2 katup terbentur dengan keras sesamanytu Jelaslah bahwa juga daram har ini mekanisma mengerasnya bunyi jantung berpangkal pada cepatnya peninggian tekanan di dalam rongga jantung yang bersangkutan.

Pada insufisiensi mitralis mungkin sekali daun katup mitralis tidak berhubungan erat dengan sesamanya,waktu katup itu menutup. Lagi pula tekanan di dalam ventrikel kiri tidak tinggi oleh karena pengeluaran darah dari ventrikel kiri terbagi dua yai dan dikeluarkan melalui aorta oleh karena itu maka BJ 1 pada insufisiensi mitraris meniadi lemah dan mungkin juga tidak terdengar lntensitas BJ 2 BJ 2 menjadi lebih keras pada hipertensi umum atau hipertensi pulmonalis. Korelasi ini tidak selaiu berlaku karena ada berbagai faktor lagi yang berpengaruh. misalnva keadaan dinding dan tekanan di dalam arteri yang bersangkutan. Sebagai contoh, pada BJ 2 melemah karena arus aliran darah didalam arteria pulmonalis pada keadaan demikian tidak deras.BJ 3 dan BJ 4 yang fisiologik  Jikalau kita .membuat rekarnan bunyi2 jantung dengan alat pengeras (fonokardiografi) dapat kita temukan 4 bunyi jantung. Baca juga artikel mengenai obat herbal untuk diabetes yang sudah direkomendasikan ribuan dokter senior dunia ini.