Olahraga juga bisa mencegah diabetes karena meningkatkan sensitivitas otot terhadap insulin

Kami menemukan kendala spesifik untuk mengubah perilaku-berhubungan dengan cara belanja, memasak, makan, atau aktivitas fisik, pendekatan komprehensif terhadap perilaku ini terbukti sukses. Hasilnya adalah penurunan berar badan dan peningkatan aktivitas yang berkesinambungan sehingga mengurangi jumlah pengidap diabetes.

Beberapa pilihan dasar Dpp ditulis dalam buku ini sehingga Anda memperoleh informasi dan pilihan yang sama dengan para peserta penelitian, dan kami berharap Anda bisa berhasil juga. Perubahan gaya hidup spesifik untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan aktivitas ternyata  sangat bervariasi, sama seperti populasi yang diteliti, tetapi intinya adalah menurunkan jumlah lemak dalam dietnya.

Strategi ini dipilih karena setiap gram lemak mengandung lebih banyak kalori daripada karbohidrat atau protein, dan sangat mudah untuk mengidentifikasi makanan bedemak serta membatasinya. peserta program diajarkan cara berbelanja, memasak, dan mengonsumsi obat sakit gula darah tinggi / lebih sedikit lemak.

OlahragaTujuan meningkatkan aktivitas fisik adalah membantu menurunkan berat badan dan mempertahankannva dengan meningkatkan pengeluaran energi. Tujuan gaya hidup spesifik yang berkaitan dengan aktivitas adalah melakukan aktivitas berintensitas sedang setidaknya selama 30 menit setiap hari, lima kali seminggu.

Beberapa relawan DPp dalam kelompok gaya hidup memilih mengikuti pertandingan olahraga, dansa, atau berenang, tetapi yang terbanyak adalah jalan cepat. Kegiatan ini dapat dilakukan di luar, di mal, saat istirahat makan siang, sambil mengajak anjing berjalan-jalan, atau mendorong kereta bayi, atau sesudah makan malam.

Program ini terbukti berhasil: mayoritas peserta menguraflgi asupan lemak, berarti mengurangi kalori dalam dietnya, dan berolahraga rutanta 30 menit per hari sehingga berat badan menurun (rata-rata sebanyak 7 kg), dan meteka bisa mempefiahankannya selama tiga tahun masa penelitian.

Hal terpenting adalah perubahan gaya hidup sangt efektif mencegah diabetes. Kemungkinan menderita diabetes pada kelompok intervensi gaya hidup dalam periode tiga tahun adalah 58% lebih kecil dibandingkan kelompok terkontrol. Di AS, jika hasil ini diterapkan pada lebih dati sepuluh juta orang yang berisiko tinggi menderita diabetes (sepetti para relawan DPP), maka a.kan mengurangi angka pengidap diabetes dari 800.000 menjadi kurang dad 400.000 per tahun. Karena DPP memadukan perubahan diet dan olahraga, kami tidak dapat mengukur efek dari diet atau olahraga saja.

Recent search terms: