Pada spasmodik tortikolis sebenarnya tidak terdapat deformitas pada tulang belakang

Spasmodik tortikolis adalah spasme klonik otot sternokleidomastoideus dan trapezius sebagai rnanifestasi gangguan psikosomatik. Kepala di-goyang2kan ke salah satu sisi karena spasme klonik otot2 tersebut dan sebagai mekanisme kompensasi, leher dimiringkan. Motilitas dan bentuk tulang belakang bagian servikalis adalah normal. Hal ini dapat dibuktikan dengan tindakan sebagai berikut. Pasien diminta untuk menegakkan lehernya dengan bantuan tangan yang memegang kepalanya. Dalam sikap yang demikian dapat kita lihat dari belakang bahwa kolumna vertebralis servikalis lurus dan kurvatui’nya normal. Lain halnya dengan tortikclis yang diikuti oleh aslmetri wajah muka. Kebanyakan tortikolis seperti ini berkembang akibat trauma lahir.

Deformitas kolumna vertebralis bagian servikalis pada kasus2 ini selalu diikuti oleh terbatasnya motilitas. Juga pada frsi atlanto-oksipitalis tampak tortikolis ilengair rnotilitas yang terbatas dan hemi-atrof i fasialis. Oleh karena sikap kepala berubah pada tiap tortikolis yang menetap, maka kedudukan mata menjadi tak-horizontal. Untuk rnemperbaiki sikap mata sehingga penglihatan tak terganggu, lambat-laun timbullah suatu perubahan pada kurvatur servikalis. Jelaslah bahwa tortikolis “psikosomatik” dan “organik” dapat dibedakan berdasar atas ketiga gejala tersebut di muka yaittr hemi-atrofi fasialis. columna vertebralis bagian servikalis yang terbatas motilitasnya dan adanya kurvatur abnormal pada bagian servikalis tulang belakang.

Perubahan kurvatur servikalis dapat terjadi pula pada kejadian yang dinamakan “whiplash lesion”, dimana korpus vertebralis tergelincir ke depan atau ke belakang. Hal ini bisa terjadi misalnyr pada waktu perenang menyelam dalam kolam yang dangkal dengan kecepatan dan kekuatan yang besar, atau pada pengemudi yang harus secara mendadak menghentikan mobilnya yang sedang berjalan dengan kecepatan tinggi, misalnya oleh karena menghindari kecelakaan. Adakalanya “whiplaph lesion,’ itu terjadi pada bagian atas kolumna vertebralis ,servikalis dan kematian mendadak terjadi akibat terlibatnya bagian bawah medula oblongata dalam lesi tersebut.

Apabila bagian C.5 – C.7 mengalami “whiplash lesion,,, medula spinalis bisa luput dari cedera dan gambaran penyakitnya hanya terdiri dari nyeri yang hebat di leher dan kurvatur leher yang berubah. Dengan palpasi dapat kita menentukan tempat dislokasi, karena perabaan pada prosesus spinosus dari atas ke bawah akan menghasilkan suatu diskorrtinuitas pada kurvatur se rvi kal.