Serat makanan yang diserap sapi

Beberapa dari serat ini sebenarnyabisa dicerna oleh sapi (meskipun itu tidak bisadicerna oleh manusia), sisa serat lewat melalui saluranusus sapi dan dikeluarkan ke padang rumput.Dengan cata-cara itu, daging dan susu sapiiidak m.*bawa manfaat serat. Efeknya, ketika orang makan sapi atau hewan lain, maka mereka sedang makan sisa nutrisi bekas pakai. Sayangsekali, mereka tidak mendapat serat, karena sang hewan telah “menghaluskan” makanan itu melaluiproses pencernaannya. Jika kita menginginkan persediaan serat yang melimpah ruah, kita akan memilih untuk memakan gandum, buah-buahan,sayuran, atau kacang-kacangan secaralangsung.

Makanan dengan sumber serat yang baik didaftarkan dalam Gambar 25. Seperti telah kita simak lebih awal, sampai sekarang ini, sebagian besar program pendidikankolesterol tidak pernah melangkah lebih iauhdari persamaan Keys. Mereka memberitahu peserta tentang pentingnya kolesterol dalam dietserta bahayanya lemak jenuh dengan penekanan terbesar tertuju pada lemak jenuh, namun disinilah diskusinya berakhir.

Bahkan lebih baru lagi, topik serat telah berada dalam upaya pendidikan awam, namun tetap tidak mendapat perhatian penuh sebagaimana layaknya. Informasi lain yang sangat disayangkan kurang dalam kebanyakan upaya pendidikan adalah topik protein dan kolesterol teroksidasi.

Protein Hewani Meningkatkan Kolesterol

Hubungan antara kolesterol dan protein telah disebarluaskan dalam wacana medis selama sekitar 20 tahun, namun disayangkan sebagian besar diabaikan. Sekumpulan riset luas sekarang telah menetapkan bahwa serum kolesterol sangat tergantung pada tipe protein yang dikonsumsi. Protein hewani sendiri (bahkanprotein susu skim) akan meningkatkan kadar kolesterol darah sementara protein nabati akanmenurunkan kolesterol. Faktanya, banyak orang yang menjalani diet yang tak menyehatkan jantung tidak akan mampu menurunkan kolesterol mereka secukupnya kecuali sama sekali menghi-Iangkan produk hewani dari makanan mereka.

Riset telah menunjukkan bahwa beralih dari diet lemak jenuh rendah, rendah kolesterol dengan menggunakan protein susu skim menuju diet rendah lemak jenuh, rendah kolesterol dengan menggunakan protein kedelai sebagai pengganti susu bisa menyusutkan kadar kolesterol sampai 60-80 mg/dl sedikitnya tiga minggu. Saya telah melihat ini terjadi pada banyak pasien saya yang telah mencoba diet vegetarian total (tanpa protein hewani). Klik disini dan temukan solusiĀ pengobatan herbal untuk diabetes yang efektif berikut ini.