Sistem-Sistem Ilmu Gizi

Menurut definisi yang luas, sistem ilmu Gizi mencakup beberapa komponen atau subsistem, seperti terlihat dalam Daftar I

DAFTAR I

SISTEM ILMU GIZI

  1. Subsistem Penyediaan pangan
  2. Produksi Bahan pangan
  3. Pasca Panen
  4. Perdagangan Bahan pangan
  5. TeknologiPangan
  6. Subsistem Distribusi dan Konsumsi
  7. Pengolahan pangan didalam Keluarga
  8. Penghidangan dan Distribusi di dalam Keluarga
  9. Susunan Hidangan
  10. Pendidikan Gizi
  11. Pendidikan Gizi bagiTenaga profesi
  12. Pendidikan Gizibagi Umum

– didalam Sekolah (intramural)

– di luar Sekolah (extramural)

  1. Kesehatan Gizi
  2. Kesehatan Gizi perorangan
  3. Kesehatan Gizi Masyarakat
  4. Subsistem Penyediaan pangan
  5. Produksi Bahan pangan

Penyediaan pangan merupakan kegiatan pertama menuju ke arah konsumsi pangan. Tidak mungkin kita mengkonsumsisesuatu makanan yang tidak tersedia. Penyediaan pangan yang paling penting ialah produksi dalam negeri. Hampir tidak ada sesuatu negara yang menggantungkan penyediaan pangan bagirakyatnya melulu darihasil impor. Karena itu, kebijaksanaan pemerintah dalam bidang produksi pangan akan sangat menentukan kemakmuran masyarakat di bidang pangan tersebut. Ada negara-negara maju yang mendatangkan bagian cukup besar dari bahan makanan rakyatnya dengan impor, tetapi hal ini terpaksa dilakukan karena tidak cukupnya lahan pertanian yang diperlukan untuk memproduksi bahan makanan tersebut. Negara yang menggantungkan sebagian besar dari penyediaan pangan rakyatnya dari imporakan mengalami kesulitan pada saat keadaan komunikasidunia yang terganggu, misalnya pada keadaan perang antar negara.

Di lndonesia kebijaksanaan pemerintah mengarahkan dan membina para petani, memproduksijenis dan banyaknya bahan makanan, terutama bahan makanan pokok yang diperlukan, misalnya dilakukan rangsangan-rangsangan untuk memproduksi padi ienis tertentu atau bahan pangan lainnya yang ditentukan melalui Kementrian Pertanian. Binaan produksi pangan di lndonesia dilakukan melalui program intensifikasi. Program ini dilancarkan di daerah yang telah terdapat sawah yang biasa memproduksi bahan makanan pokok padi, atau bahan pangan lainnya. Pada dasarnya ada dua kelompok upaya intensifikasi produksipangan, yaitu yang disebut Bimbingan Massal (BIMAS) dan lntensifikasi Massal (lnmas).

Pada program BIMAS, produksi diarahkan dengan suatu paket upaya yang disebut Panca Usaha Tani, yang terdiri atas:

(a) Pemakaian bibit unggul,

(b) Penggunaan pupuk,

(c) Pemakaian irigasi teknis,

(d) Penggunaan alat dan obat pembasmi hama, dan

(e) Pentrapan teknologi bercocok tanam modern.